tentang aku dan dia

tentang aku dan dia
11 nov 2010

Jumat, 19 Oktober 2012

TBC

Tuberkulosis atau TB (singkatan yang sekarang ditinggalkan adalah TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang ke orang. Ini juga salah satu penyakit tertua yang diketahui menyerang manusia. Jika diterapi dengan benar tuberkulosis yang disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis, yang peka terhadap obat, praktis dapat disembuhkan. Tanpa terapi tuberkulosa akan mengakibatkan kematian dalam lima tahun pertama pada lebih dari setengah kasus.
Pada tahun 1992 WHO telah mencanangkan tuberkulosis sebagai Global Emergency. Laporan WHO tahun 2004 menyatakan bahwa terdapat 8,8 juta kasus baru tuberkulosis pada tahun 2002, sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman tuberkulosis dan menurut regional WHO jumlah terbesar kasus ini terjadi di Asia Tenggara yaitu 33% dari seluruh kasus di dunia.
Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TB. Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. Seratus tahun yang lalu, satu dari lima kematian di Amerika Serikat disebabkan oleh tuberkulosis.
Tuberkulosis masih merupakan penyakit infeksi saluran napas yang tersering di Indonesia. Keterlambatan dalam menegakkan diagnosa dan ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan mempunyai dampak yang besar karena pasien Tuberkulosis akan menularkan penyakitnya pada lingkungan,sehingga jumlah penderita semakin bertambah.
Pengobatan Tuberkulosis berlangsung cukup lama yaitu setidaknya 6 bulan pengobatan dan selanjutnya dievaluasi oleh dokter apakah perlu dilanjutkan atau berhenti, karena pengobatan yang cukup lama seringkali membuat pasien putus berobat atau menjalankan pengobatan secara tidak teratur, kedua hal ini ini fatal akibatnya yaitu pengobatan tidak berhasil dan kuman menjadi kebal disebut MDR ( multi drugs resistance ), kasus ini memerlukan biaya berlipat dan lebih sulit dalam pengobatannya sehingga diharapkan pasien disiplin dalam berobat setiap waktu demi pengentasan tuberkulosis di Indonesia
Tanggal 24 Maret diperingati dunia sebagai "Hari TBC" oleh sebab pada 24 Maret 1882 di Berlin, Jerman, Robert Koch mempresentasikan hasil studi mengenai penyebab tuberkulosis yang ditemukannya.
Daftar isi
[sunting] Klasifikasi
[sunting] Patofisiologi
Penyebab penyakit ini adalah bakteri kompleks Mycobacterium tuberculosis. Mycobacteria termasuk dalam famili Mycobacteriaceae dan termasuk dalam ordo Actinomycetales. kompleks Mycobacterium tuberculosis meliputi M. tuberculosis, M. bovis, M. africanum, M. microti, dan M. canettii. Dari beberapa kompleks tersebut, M. tuberculosis merupakan jenis yang terpenting dan paling sering dijumpai.
M.tuberculosis berbentuk batang, berukuran panjang 5µ dan lebar 3µ, tidak membentuk spora, dan termasuk bakteri aerob. Mycobacteria dapat diberi pewarnaan seperti bakteri lainnya, misalnya dengan Pewarnaan Gram. Namun, sekali mycobacteria diberi warna oleh pewarnaan gram, maka warna tersebut tidak dapat dihilangkan dengan asam. Oleh karena itu, maka mycobacteria disebut sebagai Basil Tahan Asam atau BTA. Beberapa mikroorganisme lain yang juga memiliki sifat tahan asam, yaitu spesies Nocardia, Rhodococcus, Legionella micdadei, dan protozoa Isospora dan Cryptosporidium. Pada dinding sel mycobacteria, lemak berhubungan dengan arabinogalaktan dan peptidoglikan di bawahnya. Struktur ini menurunkan permeabilitas dinding sel, sehingga mengurangi efektivitas dari antibiotik. Lipoarabinomannan, suatu molekul lain dalam dinding sel mycobacteria, berperan dalam interaksi antara inang dan patogen, menjadikan M. tuberculosis dapat bertahan hidup di dalam makrofaga.
[sunting] Penularan
Penularan penyakit ini karena kontak dengan dahak atau menghirup titik-titik air dari bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi kuman tuberkulosis, anak anak sering mendapatkan penularan dari orang dewasa di sekitar rumah maupun saat berada di fasilitas umum seperti kendaraan umum, rumah sakit dan dari lingkungan sekitar rumah. Oleh sebab ini masyarakat di Indonesia perlu sadar bila dirinya terdiagnosis tuberkulosis maka hati hati saat berinteraksi dengan orang lain agar tidak batuk sembarangan , tidak membuang ludah sembarangan dan sangat dianjurkan untuk bersedia memakai masker atau setidaknya sapu tangan atau tissue.
Dalam memerangi penyebaran Tuberkulosis terutama pada anak anak yang masih rentan daya tahan tubuhnya maka pemerintah Indonesia telah memasukkan Imunisasi Tuberkulosis pada anak anak yang disebut sebagai Imunisasi BCG sebagai salah satu program prioritas imunisasi wajib nasonal beserta dengan 4 jenis imunisasi wajib lainnya yaitu hepatitis B, Polio, DPT dan campak, jadwalnya ada di Jadwal imunisasi
[sunting] Diagnosis
[sunting] Simtoma klinis
Diagnosa tuberkulosis dapat ditegakkan berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan jasmani, pemeriksaan bakteriologi , radiologi dan pemeriksaan penunjang lainnya
Gejala klinis tuberkulosis dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu gejala lokal dan gejala sistemik, bila organ yang terkena adalah paru maka gejala lokal ialah gejala respiratori atau gejala gejala yang erat hubungannya dengan organ pernafasan ( sedang gejala lokal lain sesuai akan sesuai dengan organ yang terlibat )
Gejala respiratori ialah batuk lebih dari 2 minggu, batuk bercampur darah. Bisa juga nyeri dada dan sesak napas. Selanjutnya ada gejala yang disebut sebagai Gejala sistemis antara lain Demam , badan lemah yang disebut sebagai malaise, keringat malam, anoreksia dan berat badan menurun menjadi semakin kurus. Gejala respiratori sangat bervariasi, dari mulai tidak ada gejala sampai gejala yang cukup berat tergantung dari luas lesi, sehingga pada kondisi yang gejalanya tidak jelas sehingga terkadang pasien baru mengetahui dirinya terdiagnosis Tuberkulosis saat medical check up
Wikipedia.com

Kamis, 18 Oktober 2012

senam nifas



TREN DAN ISSUE MATERNAL DAN NEONATAL
 SENAM NIFAS




         BAB II
SENAM NIFAS

A.    Konsep Dasar Nifas

1.      Pengertian Nifas (puerperium)

          Masa nifas (puerperium) dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil, masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu (Saifuddin, 2002:122).

          Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kaandungan kembali seperti pra-hamil.masa nifas ini yaitu 6 minggu (Mochtar, 1998:122)

2.   Pembagian Masa Nifas

    Menurut Muctar R (1998:115) masa nifas di bagi menjadi 3 periode :

    a. Puerperium Dini

        Puerperium Dini adalah kepulihan dimana ibu di perbolehkan berdiri dan berjalan.
        Sekarang tidak di anggap perlu lagi menahan ibu pasca persalinan terlentan
        tempat tidurnya selama 7-14 hari setelah melahirkan.

    b. Puerperium Intermedial

        Puerperium Intermedial adalah kepulihan menyeluruh alat alat genetalia external
        dan internal yang lamanya 6-10 minggu.

    c. Remote Puerperium

        Remote Puerperium adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna
        terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi waktu
        untuk sehat sempurna bisa berminggu-minggu.



3. Perubahan-Perubahan Yang Terjadi Pada Masa Nifas

Menurut Bubak (2002) perubahan yang terjadi pada masa nifas :

a. Involusi uteri

    Involusi atau pengerutan uterus adalah suatu proses dimana uterus kembali ke
    kondisi sebelum hamil dengan bobot hanya 60 gram.

b. Lochea

    Lochea adalah cairan yang keluar dari liang senggama pada masa nifas
    (Manuaba,1999:151).
    Lochea adalah cairan secret yang yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam
    masa nifas (Mochtar,1998:116)
   1) Lochea Rubra
       Berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, verniks kaseosa,
       lanugo, dan mekoneum, selama 2 hari pasca persalinan.
  2) lochea Sanguinolenta
      Berwarna merah kuning berisi darah dan lendir, hari ke 3-7 pasca persalinan
  3) Lochea Serosa
      Berwarna kuning , cairan tidak merah lagi, pada hari ke 7-14 pasca persalinan.
  4) Lochea Alba
      Cairan putih setelah 2 minggu

c. Laktasi

   Menurut Wiknjosastro (2002:239) sejak kehamilan muda, sudah terdapat persiapan
   pada kelenjar mamae untuk menghadapi masa laktasi ini perubahab yang terdapat
   pada kedua mamae antara lain sebagai berikut :

1) Proliferasi jaringan, terutama kelenjar dan alveolus mamae dari lemak.
2) Pada duktus laktiverus terdapat cairan yangkadang-kadang di keluarkan berwarna
    kuning (kolostrum).
3) Hepervaskulerisasi terdapat pada permukaan maupun pada bagian mamae.
4) Setelah partus, pengaruh oksitosin mengakibatkan miopitelium kelenjar susu
    berkontraksi, sehingga keluar air susu.


Pada masa nifas seorang ibu jaman sekarang harus tetap merasa menjaga
kestabilan tubuhnya dan disini ada faktor yang dapat mencetuskannya yaitu
dengan cara melakukan senam nifas.

B.     Pengertian Senam Nifas

     Senam nifas adalah senam yang di lakukan pada saat seorang ibu menjalani masa nifas
     atau masa setelah melahirkan. (Idamaryanti,2009).

     Senam nifas adalah latihan gerak yang dilakukan secepat mungkin setelah melahirkan,
     supaya otot-otot yang mengalami peregangan selama kehamilan dan persalinan dapat
     kembali kepada kondisi normal seperti semula. (Ervinasby,2008).

     Senam nifas adalah latihan jasmani yang dilakukan setelah melahirkan guna
     mengembalikan kondisi kesehatan dan memperbaiki regangan pada otot-otot setelah
     kehamilan.(Alijahbana,2008).

      Senam nifas dapat 6-24 jam setelah melahirkan secara normal. Namun, bagi wanita yang
     menjalani operasi sesar senam nifas baru boleh dilakukan 3 bulan setelah operasi. Senam
     nifas dapat dilakuykann pada pagi hari atau sore hari atau pada saat bayi lahir.

C.    Tujuan Senam  Nifas

1.      Memperlancar terjadinya proses involusi uteri (kembalinya rahim ke bentuk semula).
2.      Mempercepat pemulihan kondisi tubuh ibu setelah melahirkan pada kondisi semula.
3.      Mencegah komplikasi yang mungkin timbul selama menjalani masa nifas.
4.       Memelihara dan memperkuat kekuatan otot perut, otot dasar panggul, serta otot    pergerakan.
5.      Memperbaiki sirkulasi darah, sikap tubuh setelah hamil dan melahirkan, tonus otot pelvis, regangan otot tungkai bawah.
6.      Menghindari pembengkakan pada pergelangan kaki dan mencegah timbulnya varises

D.    Manfaat Senam Nifas

1.      Membantu penyembuhan rahim, perut, dan otot pinggul yang mengalami trauma serta mempercepat kembalinya bagian-bagian tersebut kebentuk normal.
2.      Membantu menormalkan sendi-sendi yang menjadi longgar diakibatkan kehamilan.
3.      Menghasilkan manfaat psikologis menambah kemampuan menghadapi stress dan bersantai sehingga mengurangi depresi pasca persalinan.
Senam nifas memang jarang dilakukan ibu-ibu pasca bersalin. Setidaknya ada 3
alasan mengapa mereka tidak melakukan senam itu.
a.  Tidak tahu bagaimana senam nifas itu
b.  Karena saking bahagianya dan yang dipikirkan hanya bayinya saja.
c.  Berpikir boro-boro senam, untuk bangun saja susah.
Sebenarnya senam nifas itu gampang dilakukan. tidak harus melakukan gerakan yang macam-macam. paling hanya duduk dan bersila. bahkan kalau masih sakit sambil tiduran juga bisa.Tapi sebelum senam nifas dilakukan, perhatikan dulu proses persalinan anda. jika persalinan normal, dihari pertama pun bisa melakukan senam nifas. Tentu jika anda sudah kuat melakukannya. Jika belum anda bisa menunda 2-3 hari kemudian. Dan jika persalinan melalui proses operasi maka senam nifas bisa dilakukan manakala anda sudah cukup sehat dan kuat. Tanyakan pada dokter kapan bisa melakukan senam nifas.
Gerakan senam nifas

1. lakukan latihan pernafasan.

   Caranya adalah dengan menarik nafas dalam-dalam, tahan sebentar dan kemudian     tiupkan kembali perlahan-lahan. Jika memungkinkan lakukan dengan bersila. Jika masih terasa sakit anda bisa sambil tiduran.
Manfaat : Gerakan pertama ini bermanfaat untuk memulihkan bagian tengah perut yang sempat teregang ketika hamil.
2. Gerakan kedua dengan posisi terlentang. Setelah itu tekuk lutut ke dalam dan kemudian putar-putar gelangan kaki. gerakan selanjutnya satu kaki diluruskan sedikit, jangan terlalu lurus karena bisa sakit, lalu tekuk lagi. Lakukan gerakan kaki kanan dan kiri bergantian berulang-ulang. Lukukan gerakan ini semampu anda.
Tiga gerakan di atas adalah gerakan dasar yang sederhana dari senam nifas. Meskipun terlihat sederhana dan sepele, jika dilakukan dengan rutin akan menolong proses pemulihan dengan lebih cepat. Gerakan tersebut juga membuat tubuh anda terasa lebih segar.

E.     Syarat  Senam Nifas
1.       Untuk ibu melahirkan yang sehat dan tidak ada kelainan.
2.      Senam ini dilakukan setelah 6 jam persalinan dan dilakukan di rumah sakit atau rumah bersalin, dan diulang terus di rumah.


F.     Kerugian Bila Tidak Melakukan Senam Nifas
1.      Infeksi karena involusi uterus yang tidak baik sehingga sisa darah tidak dapat dikeluarkan.
2.      Perdarahan yang abnormal, kontraksi uterus baik sehingga resiko perdarahan yang abnormal dapat dihindarkan.
3.      Trombosis vena (sumbatan vena oleh bekuan darah).
4.      Timbul varises.


G.    Cara Melakukan Senam Nifas
1.       Latihan Senam Nifas
a.       Hari Pertama
 Sikap tubih terlentang dan rileks, kemudian lakukan pernafasan perut diawali dengan mengambil nafas melalui hidung dan tahan 3 detik kemudian buang melalui mulut, Lakukan 5-10 kali.
Rasional :
Setelah melahirkan peredaran darah dan pernafasan belum kembali normal. Latihan pernafasan ini ditujukan untuk memperlancar peredaran darah dan pernafasan. Seluruh organ-organ tubuh akan teroksigenasi dengan baik sehingga hal ini juga akan membantu proses pemulihan tubuh.



b.      Hari Kedua,
Sikap tubuh terlentang, Kedua tangan dibuka lebar hingga sejajar dengan bahu kemudian pertemukan kedua tangan tersebut tepat di atas muka. Lakukan 5-10 kali.
Rasional :
Latihan ini di tujukan untuk memulihakan dan menguatkan kembali otot-otot lengan.

c.       Hari Ketiga,
Sikap tubuh terlentang, kedua kaki agak dibengkokkan sehingga kedua telapak kaki berada dibawah. Lalu angkat pantat ibu dan tahan hingga hitungan ketiga lalu turunkan pantat keposisi semula. Ulangi 5-10 kali.
Rasional :
Latihan ini di tujukan untuk menguatkan kembali otot-otot daar panggul yang sebelumnya otot-otot ini bekerja dengan keras selama kehamilan dan persalinan.


d.      Hari Keempat,
Tidur terlentang dan kaki ditekuk ± 45°, kemudian salah satu tangan memegang perut setelah itu angkat tubuh ibu ± 45° dan tahan hingga hitungan ketiga.
Rasional :
Latihan ini di tujukan untuk memulihakan dan menguatkan kembali otot-otot punggung.

e.       Hari Kelima,
 Tidur  terlentang, salah satu kaki ditekuk ± 45°, kemudian angkat tubuh dan tangan yang berseberangan dengan kaki yang ditekuk usahakan tangan menyentuh lutut. Gerakan ini dilakukan secara bergantian hingga 5 kali.
Rasional :
Latihan ini bertujuan untuk elatih sekaligus otot-otot tubuh diantaranya otot-otot punggung, otot-otot bagian perut, dan otot-otot paha

f.       Hari Keenam,
Sikap tubuh terlentang kemudian tarik kaki sehingga paha membentuk 90° lakukan secara bergantian hingga 5 kali.
Rasional:
Latihan ini ditujukan untuk menguatkan otot-otot di kaki yang selama kehamilan menyangga beban yang berat. Selain itu untuk memperlancar sirkulasi di daerah kaki sehingga mengurangi resiko edema kaki.


H.    Gambar Senam Nifas
1.      Berbaring dengan lutut di tekuk. Tempatkan tangan diatas perut di bawah area iga-iga. Napas dalam dan lambat melalui hidung dan kemudian keluarkan melalui mulut, kencangkan dinding abdomen untuk membantu mengosongkan paru-paru




2.      Berbaring telentang, lengan dikeataskan diatas kepala, telapak terbuka keatas. Kendurkan lengan kiri sedikit dan regangkan lengan kanan. Pada waktu yang bersamaaan rilekskan kaki kiri dan regangkan kaki kanan sehingga ada regangan penuh pada seluruh bagian kanan tubuh.




3.      Kontraksi vagina. Berbaring telentang. Kedua kaki sedikit diregangkan. Tarik dasar panggul, tahan selama tiga detik dan kemudian rileks.




4.      Memiringkan panggul. Berbaring, lutut ditekuk. Kontraksikan/kencangkan otot-otot perut sampai tulang punggung mendatar dan kencangkan otot-otot bokong tahan 3 detik kemudian rileks.




5.      Berbaring telentang, lutut ditekuk, lengan dijulurkan ke lutut. Angkat kepala dan bahu kira-kira 45 derajat, tahan 3 detik dan rilekskan dengan perlahan.




6.      Posisi yang sama seperti diatas. Tempatkan lengan lurus di bagian luar lutut kiri.




7.      Tidur telentang, kedua lengan di bawah kepala dan kedua kaki diluruskan. angkat kedua kaki sehingga pinggul dan lutut mendekati badan semaksimal mungkin. Lalu luruskan dan angkat kaki kiri dan kanan vertical dan perlahan-lahan turunkan kembali ke lantai.




8.      Tidur telentang dengan kaki terangkat ke atas, dengan jalan meletakkan kursi di ujung kasur, badan agak melengkung dengan letak pada dan kaki bawah lebih atas. Lakukan gerakan pada jari-jari kaki seperti mencakar dan meregangkan. Lakukan ini selama setengah menit.




9.      Gerakan ujung kaki secara teratur seperti lingkaran dari luar ke dalam dan dari dalam keluar. Lakukan gerakan ini selama setengah menit.





10.  Lakukan gerakan telapak kaki kiri dan kanan ke atas dan ke bawah seperti gerakan menggergaji. Lakukan selama setengah menit.






11.  Tidur telentang kedua tangan bebas bergerak. Lakukan gerakan dimana lutut mendekati badan, bergantian kaki kiri dan kaki kanan, sedangkan tangan memegang ujung kaki, dan urutlah mulai dari ujung kaki sampai batas betis, lutut dan paha. Lakukan gerakan ini 8 sampai 10 setiap hari.






12.  Berbaring telentang, kaki terangkan ke atas, kedua tangan di bawah kepala. Jepitlah bantal diantara kedua kakidan tekanlah sekuat-kkuatnya. Pada waktu bersamaan angkatlah pantat dari kasur dengan melengkungkan badan. Lakukan sebanyak 4 sampai 6 kali selama setengah menit.





13.  Tidur telentang, kaki terangkat ke atas, kedua lengan di samping badan. kaki kanan disilangkan di atas kaki kiri dan tekan yang kuat. Pada saat yang sama tegangkan kaki dan kendorkan lagi perlahan-lahan dalam gerakan selama 4 detik. Lakukanlah ini 4 sampai 6 kali selama setengah menit.



Apa tujuan latihan Sikap tubuh terlentang menarik kaki sehingga paha membentuk 90° ?
a. Menguatkan otot-otot punggung.
b. Menguatkan otot-otot di kaki dan memperlancar sirkulasi sehingga mengurangi resiko edema kaki
c. Menguatkan otot-otot bagian perut.
d. Menguatkan kembali otot-otot dasar panggul.












BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari penjelasan dan beberapa peragaannya senam nifas yaitu dapat mempercepat pengembalian regangan-regangan otot setelah melahirkan jika dilakukan dengan teratur: memperbaiki regangan otot panggul dan regangan otot tungkai bawah. Senam nifas yang bervariasi dan mempunyai tahapan-tahapan yang setiap tahapnya mempunyai urutan sesuai dengan kondisi. Sebaiknya dalam melakukan senam nifas tambahkan jumlah dan variasi latihan yang dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan ibu. Dalam latihan juga hendaknya diawali dengan pemanasan dan lakukan relaksasi setelah melakukan senam nifas untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.